BTKLPP Kelas 1 Makassar,Dinkes dan DLH Luwu Lakukan Surveilans Di Area Pertambangan

oleh -31 views

LUWU, |Balai Teknis Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas 1 Makassar melaksanakan kegiatan Surveilans Faktor Resiko Penyakit pada daerah pertambangan di Kabupaten Luwu, sejak hari selasa 25 Mei 2021.

Kegiatan tersebut melibatkan 2 OPD terkait, yakni Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup. Tim tersebut selama beberapa hari akan melakukan surveilans di sekitaran area PT. Masmindo Kec Latimojong. Ruang lingkup surveilans ini melalui inspeksi sumber air, pengujian kualitas air, dan rekomendasi tindak lanjut.

Dikoordinatori oleh Suwardi, ST. M.Kes, MH., Sanitarian Ahli dari BTKLPP Makassar. Inspeksi sumber air dilakukan dalam bentuk pengambilan sampel sumber air dan air minum warga masyarakat disekitar area pertambangan.

Yang menjadi lokus sampel adalah sumur warga, sungai, air yang mengalir, tempat umum (mesjid dan kantor desa), dan sumber air yang digunakan masyarakat sehari hari. Pada hari pertama kegiatan, Tim ini telah mengambil sampel di beberapa titik, baik itu air sungai maupun sumber air bersih masyarakat yg di sekitar pertambangan.

“Sampel ini kami ambil untuk selanjutnya dilakukan uji laboratorium di Lab sebagai upaya risk assessment (asessement resiko) dan risk analysis (analisis resiko) sumber air warga disekitaran area tambang. Intinya apakah air disekitaran area tambang tercemar atau tidak. Butuh waktu 10 – 15 hari hingga keluar hasil Lab,” kata Suwardi.

Plt. Kadis Lingkungan Hidup, Nabhan SKM yang turut mendampingi tim menyampaikan apresiasinya kepada BTKLPP yang turun langsung mengambil sampel.

“Kita berharap kondisi air disekitaran kita masih terjaga kualitasnya. Olehnya itu kami sangat menunggu hasil laporan Lab dari Makassar. Tentu itu akan menjadi acuan daerah dalam mengambil kebijakan pembangunan kedepan”.

Semantara itu mewakili Dinas Kesehatan Kab. Luwu, Kasi Kesling Sarifa Fauziah Alhabsyi , mengatakan Dinas Kesehatan melalui program-program yang ada senantiasa mendorong sosialisasi dan edukasi warga dalam menjaga taraf hidup sehat warga masyarakat.

“STBM salah satunya. Kami berterima kasih kepada Tim yang melibatkan kami. Karna masyarakat sangat memerlukan air yang berkualitas untuk dikonsumsinya. Agar air minum terjaga kualitasnya maka perlu dilakukan pengawasan kualitas air secara terus menerus dan cermat. Salah satu cara yang dilakukan yaitu melalui kegiatan surveilans kualitas air”. Hingga berita ini diturunkan, tim masih melanjutkan kegiatan.(MT)